si manizz

si manizz
Dia adalah orang pertama yang mengisi lubuk hatiku

Kamis, 19 Mei 2011

Sistem akuntansi


sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:
  • Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
  • Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
  • Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Daftar isi

[sembunyikan]

Desain Sistem

Sistem akuntansi harus dirancang untuk memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, asalkan informasi tersebut tidak terlalu mahal. Dengan demikian, pertimbangan utama dalam merancang sistem akuntansi adalah keseimbangan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh informasi tersebut.
Agar efektif, laporan yang disajikan oleh sistem akuntansi harus dibuat secara tepat waktu, jelas dan konsisten. Laporan yang disajikan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai agar dapat digunakan sebagai pertimbangan di dalam pengambilan keputusan.
Desainer (perancang) sistem harus memiliki pengetahuan untuk membedakan sistem akuntansi dan metode pemrosesan data baik pemrosesan data secara manual maupun dengan menggunakan komputerisasi. Kemampuan untuk membedakan pemrosesan transaksi secara manual dan komputer cukup penting, karena pada organisasi bisnis tertentu tidak semua transaksi dapat di proses dengan komputer dan kemampuan desainer sistem dalam mengevaluasi alternatif-alternatif yang dipertimbangkan pengetahuan akan prinsip-prinsip dasar sistem akuntansi. Singkatnya, prinsip dasar yang terkandung dalam sistem akuntansi yang baik kemungkinan besar sistem yang dirancang pada perusahaan tertentu akan mengalami kesulitan ketika diterapkan.

[sunting] Implementasi Sistem

Implementasi sistem bukan hanya merupakan tanggung jawab personel yang ada pada bagian tertentu, tetapi semua personil harus bertanggung jawab terhadap pengoperasian sistem. Pengoperasian sistem harus secara hati-hati dan selalu dilakukan supervisi atas sistem tersebut sebelum dioperasikan sepenuhnya.

Buku Besar Pembantu

Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).

Jurnal Khusus

Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. 
Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. 
Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat 
transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat di dalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, 
jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal
dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa 
digunakan:
  • Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
  • Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
  • Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat di dalam jurnal khusus.

Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara – February 12th, 2011 by Pancallok

Apa kamu sudah siap untuk menghadapi wawancara? baca dulu mengenai persiapan menghadapi wawancara dan tips menghadapi wawancara kerja
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (misalkan mengkilap, ngejreng).
Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).
Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh ini bukan acara pesta).
Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan.
Sumber : Kompas Cyber Media
Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara
Dalam wawancara, faktor diluar “isi” seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.
Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara.
Intinya, bahwa melalui tatapan anda selama wawancara haruslah menandakan :
1. Apakah anda cukup percaya diri;
2. Apakah anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut;
3. Apakah anda jujur dengan isi komunikasi anda;
4. Apakah anda tampil “jujur” sesuai dengan kepribadian anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.
Intonasi akan memperlihatkan apakah anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.
Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada “menutup” diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri.

Membedah Kitab Suci Ahmadiyah, Tazkirah – February 15th, 2011 by Pancallok

Oleh DR. H. Ramli Abdul Wahid, MA
A. Kesucian Kitab Tazkirah
Pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India pada tahun 1835 dan meninggal 1908, sejak tahun 1871 mengklaim dirinya menerima wahyu dari Tuhan. Ia mengkalim kedatangan Malaikat Jibril kepadanya. Di antara wahyu yang diterimanya adalah, Qul ya ayyuhannas inni rasulullahi ilaikum jami‘an (Katakanlah (Hai Ahmad) sesungguhnya saya adalah rasul Allah kepada kamu semuanya) dalam Tazkirah hlm. 532. Wahyu-wahyu yang diturunkan kepadanya tidak ada yang menghafalnya dan tidak ada yang mencatatnya kecuali dirinya sendiri. Ia mencatatkan wahyu-wahyunya bertebaran di dalam berbagai buku karangannya, baik dalam bukunya yang berbahasa Arab, seperti al-Istifta’, Mawahib arRahman, dan Maktub Ahmad, maupun dalam bukunya yang berbahasa Urdu, seperti Haqiqatul Wahyi, Izalah Awham, dan Eik Ghalathi Ka Izalah.
Karena keadannya yang bersebar itu, Khalifahnya yang kedua bernama Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad berusaha menghimpunnya dalam sebuah buku yang bernama Tazkirah. Namun, usaha Basyiruddin belum mencakup semua wahyu itu, maka Khalifah ketiga, Hadrat Nasir Ahmad berusaha melengkapinya sehingga Tazkirah yang kedua ini menjadi lebih tebal daripada yang pertama. Tebal Tazkirah pertama itu lebih kurang dua pertiga dari Tazkirah yang kedua. Himpunan wahyu Mirza Ghulam Ahmad yang dikerjakan Khalifah ketiga inilah yang menjadi pegangan Ahmadiyah sekarang. Jadi, Kitab Tazkirah tidak ditulis oleh Mirza Ghulam Ahmad.
Tetapi, ia menuliskannya dalam berbagai bukunya, kemudian dihimpun oleh Kahlifah yang kedua dan ketiga dalam sebuah buku, yakni Tazkirah. Sama halnya dengan Kitab Suci umat Islam, Al-Quran tidak ditulis oleh Nabi Muhammad Saw. tetapi dihimpun oleh tim yang dibentuk Khalifah ketiga, Usman bin Affan se-hingga dikenal dengan sebutan Mushhaf Utsmani. Sehubungan dengan kesucian Tazkirah memang diakui oleh seorang alim dan tokoh Jemaah Ahmadiyah, H. Sayuti Aziz Ahmad. H. Sayuti Aziz Ahmad ini benar-benar menguasai Tazkirah karena ia adalah alumnus Al-Jami‘atul Islamiyah Rabwah Pakistan, yaitu kota basis Ahmadiyah dan ia menguasai dan mengajarkan bahasa Arab dan Urdu. Ia juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. Jawa Pos News Network terbitan 8 September 2005 memuat keluhan H. Sayuti. Menurut Sayuti, untuk dapat menjalankan titah Nabi Mirza Ghulam Ahmad, umatnya harus memahami isi Kitab Suci Tazkirah. Uniknya, umatnya justru banyak yang rajin membaca Al-Quran.
Sebagai tokoh Ahmadiyah, H. Sayuti terpaksa ekstra keras memberikan pengajaran kepada keluarganya. Pasalnya, keempat anaknya mempunyai latar belakang pendidikan yang sama sekali berbeda dengan orang tuanya. Tetapi, dengan kerja keras, H. Sayti berhasil mengAhmadiyahkan anak-anaknya. Sayuti berkata, “Alhamdulillah keluarga saya sekarang sudah seiman. Semuanya kini menjadi pengurus Ahmadiyah.” H. Sayuti inilah yang mengakui Tazkirah sebagai Kitab Suci, bukan orang Ahmadiyah biasa.
B. Kandungan Kitab Tazkirah
Tebal Kitab Tazkirah 818 halaman. Isinya berbahasa Arab dan Urdu. Isinya yang berbahasa Arab ada yang persis seperti ayat-ayat Al-Quran, ada yang mirip, ada pula yang memang berbeda total dengan Al-Quran, dan ada pula yang sama dengan hadis. Kalimat yang sama dengan ayat Al-Quran misalnya, Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi‘uni yuhbibkumullah (Katakanlah (wahai Ahmad), jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu.) Ini adalah penggalan Al-Quran surat Ali Imran: 31. Sementara dalam Tazkirah hlm 221, sambungannya lain lagi, yaitu Wa yaghfir lakum zunubakum wa yarham ‘alaikum wa huwa arhamur rahimin (Dan Ia mengampuni dosa-dosa kamu, memberi rahmat atas kamu, dan Ia Paling Penyayang.) Dalam Tazkirah hlm. 352, sambungannya, Wa qul ya ayyuhan nas inni rasulullah ilaikum jami‘an aiy mursalum minallah (Dan katakanlah, Hai manusia sesungguhnya saya rasul Allah kepada kamu sekalian, artinya diutus dari Allah.)
Mirza Ghulam Ahmad mengkalim bahwa ayat ini turun kepadanya setelah pernah turun kepada Nabi Muhammad saw. Dalam bukunya, Eik Ghalathi Ka Izalah versi Indonesia hlm. 5, Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa dalam wahyu ini Tuhan sudah menamainya Muhammad dan Rasulullah. Karena itu, orang Ahmadiyah tidak perlu merombak bagian kedua dari syahadatnya, yakni wa asyhadu anna muhammadar rasulullah yang artinya, Dan saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Jadi lafal syahadat orang Islam sama dengan syahadat orang Ahmadiyah. Akan tetapi, hakikatnya berbeda karena Muhammad dalam syahadat orang Islam adalah Muhammad bin Abdillah, sedang Muhammad dalam syahadat orang Ahmadiyah maksudnya Mirza Ghulam Ahmad.
Contoh isi Tazkirah yang mirip dengan Al-Quran adalah Ya Ahmadu uskun anta wa zaujukal jannah (Hai Ahmad, diamlah engkau dan isterimu di dalam sorga) mirip dengan Ya Adamu uskun anta wa zaujukal jannah (Hai Adam. Diamlah engkau dan isterimu dalam sorga). Inna anzajnahu qariban minal Qadiyan (Kami turunkan (Tazkirah) dekat dari Kadiyan) mirip dengan Inna anzalnahu fi lailatil qadr (Sesungguhnya, Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam yang agung). Contoh yang memang beda secara total dengan ayat-ayat Al-Quran antara lain adalah Wadha‘nan nasa tahta aqdamika (Kami tempatkan manusia di bawah telapak kakimu) dalam Tazkirah hlm. 744. Ya Ahmadu Ju‘ilta mursalan (Hai Ahmad, engkau telah dijadikan utusan) dalam Tazkirah hlm. 487. La‘natullahi ‘alallazi kafar (Laknat Allah atas orang yang kafir), Burika man ma‘aka wa man haulaka (Diberkahi orang yang bersamamu dan orang di sekitarmua) dalam Tazkirah hlm. 751.
C. Kesimpulan
Sebagai himpunan wahyu, Tazkirah adalah sebuah kitab suci yang mengandung ajaran yang diterima Mirza Ghulam Ahmad dari Tuhannya. Isinya adalah menegaskan kenabian dan kerasulan Mirza. Orang yang kafir kepadanya akan mendapat laknat Tuhan. Kenabian, kerasulan, dan kelebihan Mirzalah yang ditekankan dalam Tazkirah. Susunan lafalnya banyak yang sama dan mirip dengan Al-Quran, tetapi maknanya disimpangkan dari yang sebenarnya. Kata yang ditujukan kepada Nabi Muhammad dipalingkan kepada Mirza sehingga Mirzalah nabi itu. Pengakuan Mirza sebagai nabi dan rasul, jelas membuatnya sesat dan keluar dari akidah Islam. Perbuatan Mirza mengacak-acak Al-Quran dan memutarbalikkan maknanya adalah tindakan penodaan terhadap Agama Islam. Karena itu, pelarangan kegiatan Ahmadiyah hanyalah solusi semu. Solusi final tidak lain kecuali pembubarannya.

Persiapan Menghadapi Wawancara – February 12th, 2011 by Pancallok

Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan mempunyai berbagai tujuan. Ada yang dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai hal.
Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, anda dituntut untuk berusaha menguasai diri anda sendiri (khususnya kelebihan dan kelemahan anda). Juga berusaha menguasai bidang pekerjaan yang anda lamar.
Cari Informasi Sebanyak Mungkin dan Berlatihlah
Jika anda telah sampai pada tahap wawancara, sebenarnya secara kualitas, anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Namun anda dapat gagal hanya karena kurang mengetahui tentang perusahaan tempat anda melamar. Untuk itu, sebaiknya anda juga berusaha mengetahuinya, dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.
Pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan mengesankan anda menyembunyikan sesuatu, namun anda juga jangan terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan mengatakan yang sebenarnya.
Uahakan jawaban anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.
Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan. Anda dapat menggunakan “daftar/contoh pertanyaan umum” (silakan klik) pada situs ini untuk berlatih menjawabnya bersama rekan anda.
Berbagai Kondisi
Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini, anda mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan anda begitu saja selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan membaca koran ketika anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban anda, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga anda, dan banyak trik lain.
Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus anda pegang adalah anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi anda akan menghadapinya dengan baik. Jika anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan. Katakan “Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan kepada Bapak/Ibu mengapa anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini.”
Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak anda bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga anda tidak perlu merasa sakit hati atau kecewa.

Tips Menghadapi Wawancara Kerja – February 12th, 2011 by Pancallok

Masih tentang lowongan kerja, sebelumnya sudah diposting mengenai contoh lamaran kerja dan tips menulis lamaran kerja. Nah, berikut adalah tips menghadapi wawancara kerja semoga bermanfaat yah :
Bagi anda yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya anda memperhatikan beberapa saran di bawah ini :
  • Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara. Disarankan beberapa hari sebelum wawancara, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat tempatnya.
  • Jika tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
  • Baca kembali surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara tersebut. Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen tersebut serta peralatan tulis saat wawancara.
  • Mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara. Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
  • Anda dapat menggunakan “daftar/contoh pertanyaan umum” (silakan klik) pada situs ini untuk berlatih menjawabnya bersama rekan anda.
  • Sebelum berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan anda.
  • Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara). Namun usahakan jangan terlambat, karena banyak perusahaan yang langsung menganggap anda gagal bila terlambat.
  • Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
  • Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
  • Ucapkan salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat-tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).
  • Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.
  • Persiapkan surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara.
  • Ingat dengan baik nama pewawancara.
  • Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
  • Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
  • Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.
  • Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
  • Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
  • Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jangan berkesan sombong atau takabur. Banyak yang gagal hanya lantaran berkesan sombong, takabur, atau sok tahu.
  • Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
  • Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
  • Ajukan beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.
  • Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
  • Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
  • Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda.